Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan 2
Pengertian Desa
Desa merupakan perwujudan atau
kesatuan geografis, sosial, ekonomi, politik dan kulural yang terdapat di suatu
daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbale balik dengan daerah lain.
Pola keruangan desa bersifat agraris yang sebagian atau seluruhnya terisolasi
dari kota. Tempat kediaman penduduk mencerminkan tingkat penyesuaian penduduk
terhadap lingkungan alam, seperti iklim, tanah, topografi, tata air, sumber
alam, dan lain-lain. Tingkat penyesuaian penduduk desa terjhadap lingkungan
alam bergantung faktor ekonomi, social, pendidikan dan kebudayaan.
Ciri-Ciri Desa
a. Punya wilayah dan
system masyarakat sendiri
b. Kehidupan sosialnya
sangat erat sehingga menimbulkan semacam “ikatan”
c. Masyarakatnya pada
umumnya suka bergotong-royong
d. Jumlah penduduknya
tidak terlalu banyak
e. Masyarakatnya masih
sangat tradisional
f. Kehidupannya memiliki
hubungan erat dengan lingkungannya
g. Masyarakat desa
memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat
h. Struktur ekonomi
desa bersifat agraris seperti pertanian, perikanan, perkebunan, dll
i. Proses social masyarakatnya
lambat
j. System pemerintahan
desa dilakukan oleh rakyat desa sendiri dengan pimpinan sesepuh atau kepala
suku
Ciri – Ciri
Masyarakat Pedesaan
·
Antara warga mempunyai hubungan yang mendalam
dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat di luar batas-batas wilayahnya
·
Sistem kehidpan umumnya berkelompok dengan
dasar kekeluargaan (gemeinscharft atau paguyuban)
·
Sebagian warga masyarakat pedesaan hidup dari
pertanian, pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan part time sebagai
pengisi waktu luang.
·
Masyarakat homogen seperti dalam mata
pencaharian, agama, adat istiadat dsb.
·
Diantara warga desa mempunyai hubungan yang
lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar batas
wilayahnya.
·
Mata pencahariaan utama para penduduk biasanya
bertani.
·
Faktor geografis sangat berpengaruh terhadapa
corak kehidupan masyarakat.
·
Jarak antara tempat bekerja tidak terlalu jauh
dari tempat tinggal.
Macam –
Macam Pekerjaan Gotong Royong
Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja
bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Bersama-sama dengan
musyawarah, pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, dan kekeluargaan, gotong
royong menjadi dasar Filsafat Indonesia.
Contohnya
seperti :
·
Membersihkan lingkungan bersama
·
Adanya sistem ronda untuk menjaga lingkungan
·
Saling membantu sesama warga
·
Bahu membahu dalam pembangunan desa
Sifat dan
Hakikat Mayarakat Pedesaan
Masyarakat desa yang agraris dipandang sebagai masyarakat yang tenang, hal itu
terjadi karena sifat keguyuban/ gemeinscharft sehingga oleh orang kota dianggap
sebagai tempat untuk melepaskan lelah.
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya adat
dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku,
tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat
pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai
petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya
hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga
yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu.
Macam-Macam Gejala
Masyarakat Pedesaan
Di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, yang
menyebabkan di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan.
Gejala-gejala sosial tersebut antara lain:
·
Konflik (pertengkaran), pertengkaran yang
terjadi di sini biasanya terjadi karena masalah sehari-hari rumah tangga dan
sering menjalar ke luar rumah tangga.
·
Kontraversi (pertentangan), petentangan ini
sering terjadi diakibatkan perubahan kebudayaan, psikologi ata dalam
hubungannya dengan guna-guna (black magic).
·
Kompetisi (persaingan), persaingan di sini
sering terjadi dalam berbagai hal, terutama dalam bekerja.
·
Kegiatan pada masyarakat pedesaan
Sistem
Budaya Petani Indonesia
Sejarah perjuangan hidup umat manusia hanya akan bermuara pada dua latar
belakangbudaya, budaya petani (bertani, berternak dan menangkap ikan sebagai
nelayan) dan budayapedagang. Indonesia, secara sadar mentransformasi budaya
petani ke dalam budaya industri. Dan budaya itu pula yang menjiwai budaya
industrinya. Apa dan bagaimana “budaya petani” dan “budaya pedagang” dapat
tergambar dalam kisah sederhana. Sistem nilai budaya petani Indonesia antara
lain sebagai berikut :
·
Petani Indonesia terutama di Jawa menganggap
kehidupan adalah hal yang buruk dan kesengsaraan sehingga mereka berlaku
prihatin dan berusaha dan ikhtiar.
·
Mereka beranggapan bahwa orang bekerja untuk
hidup dan kadang-kadang mencapai kedudukan.
·
Mereka beorientasi pada masa sekarang, kurang
mempedulikan masa depan.
·
Mereka menanggap alam tidak menakutkan, bila
ada bencana hanya merupakan sesuatu yang wajib diterima. Mereka cukup
menyesuaikan diri dengan alam dan kurang usaha untuk menguasainya.
·
Untuk menghadapi alam mereka cukup dengan
bergotong-royong, mereka sadar bahwa dalam hidup pada hakikatnya tergantung
pada sesama.
Unsur –
Unsur Desa
Suatu negara yang ingin maju tentunya mempunyai upaya mengelola dan
memanfaaatkan semua potensi sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia. Negara
Indonesia termasuk Negara yang memiliki kekayaan alam yang beraneka ragam
jenisnya dan jumlahnya cukup banyak. Dalam pembentukan sebuah desa terdapat 3
unsur pokok:
a.
Daerah/wilayah yang
merupakan tempat tinggal dan tempat beraktivitas.
b.
Penduduk adalah
terkait dengan kualitas dan kuantitas.
c.
Tata kehidupan atau
aturan – aturan yang berhubung langsung dengan keadan
masyarakat dan adat istiadat setempat.
a.
Desa sendiri
memiliki banyak fungsi diantaranya :
a.
Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan
bagi kota).
b.
Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi
perkotaan.
c.
Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota.
d.
Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di
wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia.
Fungsi Desa
·
Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
·
Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi
kota
·
Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
·
Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di
wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia
Perbedaan
Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
Masyarakat pedesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan.
Perbedaan-perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan yang mendasar dari keadaan
lingkungan, yang mengakibatkan adanya dampak terhadap personalitas dan
segi-segi kehidupan. Untuk menjelaskan perbedaan atau ciri-ciri dari kedua
masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal sebagai berikut:
a.
Lingkungan Umum dan
Orientasi Terhadap Alam
Masyarakat
pedesaan berhubungan kuat dengan alam, disebabkan oleh lokasi geografisnya di
daerah desa. Mereka sulit “mengontrol” kenyataan alam yang dihadapinya, padahal
bagi petani realitas alam ini sangat vital dalam menunjang kehidupannya.
b.
Pekerjaan atau Mata
Pencaharian
Pada
umumnya mata pencaharian daerah pedesaan adalah bertani. Mata pencaharian
berdagan merupakan mata pencaharian sekunder. Sedangkan di masyarakat kota,
mata pencaharian cenderung ,menjadi terspesialisasi, dan spesialisasi itu
sendiri dapat dikembangkan.
c.
Ukuran Komunitas
Komunitas
pedesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
d.
Kepadatan Penduduk
Penduduk
desa kepadatan penduduknya lebih rendah dibandingkan dengan kepadatan penduduk
perkotaan.
e.
Homogenitas dan
Heterogenitas
Homogenitas
atau persamaan dalam ciri-ciri social dan psikologis, bahasa, kepercayaan,
adat-istiadat, dan perilaku sering nampak pada masyarakat pedesaan bila
dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya, penduduknya
heterogen, terdiri dari orang-orang dengan macam-macam subkultur, kesenangan,
kebudayaan dan mata pencaharian.
f.
Diferensiasi Sosial
Keadaan
heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yang tinggi di
dalam diferensiasi social. Kenyataan ini bertentangan dengan bagian-bagian
kehidupan di masyarakat pedesaan.
g.
Pelapisan Sosial
Ada
beberapa perbedaan “pelapisan sosial tak resmi” antara masyarakat kota dan
masyarakat desa, namun di sini saya akan memberikan satu contoh saja, yaitu
pada masyarakat desa, kesenjangan (gap) antara kelas eksterm dalam piramida
sosial tidak terlalu besar, sedangkan pada masyarakat kota jarak antara kelas
eksterm yang kaya dan miskin cukup besar.
h.
Mobilitas Sosial
Mobilitas
sosial berkaitan dengan perpindahan atau pergerakkan suatu kelompok sosial ke
kelompok sosial lainnya, terjadinya peristiwa mobilitas sosial demikian
disebabkan oleh penduduk kota yang heterogen. Dengan demikian, maka mobilitas
sering terjadi di perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan.
i.
Interaksi Sosial
Tipe
interaksi sosial di kota dengan di desa perbedaannya sangat kontras, baik aspek
kualitasnya maupun kuantitasnya.
j.
Pengawasan Sosial
Tekanan
sosial oleh masyarakat di pedesaan lebih kuat karena kontaknya yang bersifat
pribadi dan ramah tamah (informal). Di kota pengawasan sosial lebih bersifat
formal, pribadi, kurang “terkena” aturan yang ditegakkan.
k.
Pola Kepemimpinan
Menentukan
kepemimpinan di pedesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari
individu dibandingkan dengan kota.
l.
Standar Kehidupan
Di
kota, dengan konsentrasi dan jumlah penduduk yang padat, tersedia dan ada
kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan dan fasilitas-fasilitas yang membahagiakan
kehidupan, sedangkan di desa terkadang tidak demikian.
m. Kesetiakawanan Sosial
Kesetiakawanan
sosial atau kesatuan dan kepaduan pada masyarakat pedesaan merupakan akibat
dari sifat-sifat yang sama, persamaan dalam pengalaman, tujuan yang sama, di
mana bagian dari masyarakat pedesaan hubungan pribadinya bersifat informal dan
tidak bersifat kontrak sosial (perjanjian).
n.
Nilai dan Sistem
Nilai
Nilai dan system
nilai di desa dengan di kota berbeda, dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara,
dan norma yang berlaku. Pada masyarakat pedesaan, misalnya mengenai nilai-nilai
keluarga masih berperan. Dalam hal ini masyarakat kota bertentangan atau tidak
sepenuhnya sama dengan sistem nilai desa.
SUMBER
https://id.wikipedia.org/wiki/Desa
http://blogdesa.mywapblog.com/fungsi-desa.xhtml
https://www.siswapedia.com/pengertian-dan-ciri-ciri-desa/
http://pinterdw.blogspot.com/2012/03/unsur-unsur-desa.html
http://galihjalusaputra.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat_5.html
https://aryanipuspitasaridevi.wordpress.com/2012/10/27/bab-v-masyarakat-pedesaan-dan-perkotaan/
https://nenengsuryaniti.wordpress.com/2013/11/22/sifat-dan-hakikat-masyarakat-pedesaan-dan-perkotaan/
0 comments :
Post a Comment